Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan Pajak Bagi Usaha Kecil, berisi tutorial cara melaporkan pajak badan bulanan, dalam hal ini pph 21, menggunakan aplikasi dari Direktorat Jendral Pajak. Mungkin sedikit boring, tapi kali-kali ada yang butuh infonya, semoga bermanfaat  :)

Kalau di tahun-tahun sebelumnya, pajak badan (usaha) dilaporkan secara manual menggunakan formulir dan diserahkan ke kantor pajak. Tahun ini pelaporan pajak badan bisa dilakukan secara online. Setahuku, sebelumnya pelaporan pajak secara online hanya bisa dilakukan melalui ASP.  Yang mana waktu itu ketika aku tanya, petugas pajak tidak bisa menjelaskan dengan gamblang mengenai apa itu ASP. Ternyata ASP itu singkatannya sama persis dengan istilah ASP yang ada dunia IT, Application Service Provider, kalo dibahasa Indonesiakan adalah Perusahaan Penyedia Aplikasi. Saat ini ada 4 ASP yang ditunjuk ditunjuk Direktorat Jenderal Pajak yaitu:

  • www.spt.co.id
  • www.pajakku.com
  • www.eform.bri.co.id
  • www.online-pajak.com

Kita bisa melakukan pelaporan pajak melalui aplikasi-aplikasi tersebut. Walaupun jenis pajak yang bisa dilaporkan secara online masih sangat terbatas. Direktorat Jenderal Pajak sendiri menyediakan aplikasi e-SPT untuk membuat laporan pajak (SPT) dan Loader e-SPT DJP Online untuk melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 Formulir Tahun 2014, SPT Masa PPh Pasal 21/26 Formulir Tahun 2014, SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) Formulir Tahun 2009 dan SPT Tahunan PPh Badan Formulir 1771.

Walaupun SaaS (Software as a Services) saat ini dan yang datang merupakan sebuah keniscayaan, aku pribadi masih memilih menggunakan aplikasi dari Direktorat Jendral Pajak, walaupun cukup merepotkan. Alasannya masalah privacy saja. Aplikasi dari ASP sebenarnya cukup membantu dan tidak sulit digunakan, misalnya aplikasi yang sudah pernah aku coba yang di www.online-pajak.com. Kita cukup menginput nama-nama pegawai dan data gajinya, kemudian penghitungan pajaknya akan dihasilkan secara otomatis. Dan untuk laporan pajak selanjutnya tidak perlu menginput satu persatu lagi.

Membuat laporan pajak adalah kewajiban kita selanjutnya setelah melakukan pembayaran (menyetor) pajak. Laporan pajak bisa disampaikan secara online, melalui aplikasi e-filling yang bisa diakses di https://djponline.pajak.go.id. Laporan pajak yang disampaikan secara online berbentuk file CSV. Untuk membuat file laporan pajak tersebut ternyata perlu menggunakan aplikasi lainnya yaitu aplikasi e-SPT yang merupakan desktop app (stand-alone app) bisa diunduh di http://pajak.go.id/aplikasi-perpajakan. Laporan pajak bulanan hanya dibuat untuk PPh Pasal 21. Sedangkan untuk pajak penghasilan (PPH Final), dianggap sudah melapor jika sudah melakukan pembayaran. Nantinya laporan pajak penghasilan akan direkap selama satu tahun masa pajak dalam Laporan Tahunan dilampiri dengan Laporan Rugi Laba dan Neraca.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah meng-install aplikasi e-SPT yang bisa diunduh di http://pajak.go.id/aplikasi-perpajakan. Wah..wah aku saja yang orang IT pusing lihat daftar aplikasinya, karena ..

  1. user dihadapkan dengan banyaknya pilihan aplikasi, karena setiap jenis pajak ada aplikasinya sendiri-sendiri :(
  2. user harus tahu aplikasi dasar yang harus diinstall lebih dahulu, karena yang ditampilkan yang terbaru hanya patch nya saja :(
  3. user juga harus menemukan update terbaru dari setiap aplikasi yang di-install :(

Kebayang ribetnya kan, Oke lah untuk sementara terima saja dulu, mudah-mudah ke depan Direktorat Jendral Pajak bisa memperbaiki aplikasinya sehingga lebih user-friendly.

  1. Gunakan fitur pencarian, masukan keyword “pasal 21” di Jenis Pajak, klik “Cari”. Maka akan tampil seluruh aplikasi beserta patchnya.
  2. Ini hasil pencarian dari update terbaru per April 2016. Pilih:
    – e-SPT Masa PPh Pasal 21-26 versi 2.0
    – Patch e-SPT Masa PPh Pasal 21-26 versi 2.3
  3. Download semua file yang ada di 2 kategori itu dan masukkan dalam 1 folder:
    – setup e-SPT Masa 21-26 2014.part1_.rar
    – setup e-SPT Masa 21-26 2014.part2_.rar
    – setup e-SPT Masa 21-26 2014.part3_.rar
    – setup e-SPT Masa 21-26 2014.part4_.rar
    – setup e-SPT Masa 21-26 2014.part5_.rar
    – setup e-SPT Masa 21-26 2014.part6_.rar
    – files.rar
    – Patch2.rar
  4. Lakukan instalasi sebagai berikut:
    1. Hilangkan tanda garis bawah (_) di akhir nama file sebelum mengekstrak file (sesuai petunjuk yang ada di situ).
    2. Ekstrak setup e-SPT Masa 21-26 2014.part1, kemudian akan muncul file setup e-SPT Masa 21-26 2014.zip.
    3. Ekstrak file zip tersebut dan akan didapat beberapa file.pajak-zipfiles4. Install Crystal Reports for .NET Framework 4.0, DotNetFX40 dan WindowsInstaller3_1.
    5. Jalankan setup.exe. Ikuti instruksinya sampai instalasi berhasil.
    6. Jalankan Patch (ekstrak terlebih dahulu dan jalankan file patch2.exe).

Untuk membuat laporan SPT Masa 21-26:

  1. Jalankan aplikasi e-SPT (espt2114). Pilih database yang ada dan pada form login masukan username: administrator, password: 123.
  2. Klik Pilih SPT > Buat SPT Baru, Masukan data masa SPT dan Klik “Buat SPT”.
  3. Klik Isi SPT > Daftar Pemotongan Pajak (1721-I) > Satu Masa Pajak. Form ini digunakan untuk memasukkan daftar wajib pajak yang terkena pemungutan pajak. Pilih objek pajak 21-100-01 (pegawai tetap). Isi jumlah penghasilan dan pph. Simpan. Jika berhasil maka akan tampil di  Daftar Pemotongan Pajak. espt-daftar potong pajak
  4. Klik Isi SPT > Daftar SSP/Pbk (1721-IV). Tambahkan data pembayaran pajak. Pilih Kode Akun Pajak: 411121 (Pasal 21), Kode Jenis Setoran: 100. Masukan tanggal SSP dan NTPN/Nomor Bukti Pbk (nomor ini tercantum pada bukti bayar pajak).espt-daftar ssp
  5. Klik Isi SPT > SPT Induk (1721). Periksa isinya disetiap tab. Isi bagian E. Pernyataan dan Ttd Pemotong. Simpan.spt-spt masa 21 -pernyataan

Untuk membuat laporan pajak:

  1. Klik CSV > Pelaporan SPT
  2. Pilih masa pajak dan klik Buat File CSV.

espt csv

Setelah file csv dibuat, melaporkan pajak bisa dilakukan melalui aplikasi e-Filling yang ada di http://efiling.pajak.go.id/

  1. Masukan data login.
  2. Klik “Buat SPT”.
  3. Upload file SPT yang sudah dibuat sebelumnya, klik “Start Upload”. Jika upload berhasil maka akan tampil data SPT yang sudah dimasukkan, dengan status: Kurang Bayar (abaikan saja, emang statusnya begitu :P).
  4. Ambil Kode verifikasi dengan cara klik tulisan “[disini]”. Kode verifikasi akan dikirimkan melalui email.
  5. Masukan kode verifikasi dan klik “Kirim SPT”. Selain akan tampil di halaman daftar SPT, bukti penerimaan SPT juga dikirim melalui email.

efilling-daftar spt

Gampang bukan? :) Bersambung kapan-kapan ke Cara Membuat Laporan Pajak Tahunan.

It's only fair to share...Email this to someoneShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest