December 4, 2020
fitinline.com

Digital Ocean: Sebuah Mimpi Buruk

Tulisan ini adalah cerita pahitku dengan Digital Ocean – digitalocean(dot)com, sebuah layanan cloud server yang mempunyai reputasi sangat baik — dimana situs kami fitinline.com pada tanggal 14 September 2016 hilang seluruhnya karena masalah hardware yang terjadi di cloud server Digital Ocean.  Sungguh hal ini bagiku sangat tidak bisa diterima, karena situs kami itu merupakan aset kami yang sangat berharga, gerbang kami dalam menjalankan bisnis kami. Aku mulai cerita ini dari 1 bulan yang lalu, ketika kami memutuskan untuk melakukan upgrade server. Entah ada hubungannya atau tidak, tapi sebelumnya kami tidak pernah menemui masalah. Previously, I was a happy customer.
Bulan Agustus 2016 merupakan bulan yang cukup membanggakan bagi kami, karena Fitinline.com yang 100% bootstrapping dengan sumber daya dan sumber dana yang sangat terbatas dapat menyamai/mengalahkan situs dari startup lain yang punya sumber daya dan dana yang lebih besar (sudah mendapatkan pendanaan seed/pre-series A) dari segi jumlah trafik.  Untuk mendatangkan trafik ke situs kami yang memilih segmen pasar yang niche tentu tidak mudah. Hal ini bisa dilihat dari kecilnya jumlah monthly searches dari kata-kata kunci di area tersebut.
fitinline.com
Sumber: http://www.similarweb.com/website/fitinline.com
Di bulan Agustus 2016, trafik kami meningkat cukup pesat. Tercatat rata-rata kunjungan per hari mencapai 8000 kunjungan dan total kunjungan di bulan tersebut mencapai 247.000 kunjungan. Hal ini merupakan buah dari kerja keras kami dalam meningkatkan organic traffic tanpa menggunakan marketing berbayar. Peningkatan trafik ini ini juga dibarengi dengan meningkatnya jumlah revenue kami secara cukup significant.
Peningkatan trafik ini terjadi sejak awal bulan Agustus 2016, dan server kami  yang mempunyai spec 2GB Memory/2 Core Processor/40GB SSD Disk 3TB Transfer sudah tidak bisa meng-handle request yang masuk. Kami memutuskan untuk melakukan upgrade server pada tanggal 4 Agustus 2016 ke spec  4GB Memory/2 Core Processor/60GB SSD Disk 4TB Transfer.  Proses upgrade pada cloud server yang seharusnya merupakan proses horizontal scalling ternyata membutuhkan downtime yang cukup lama. Di salah satu halaman panduan resize Digital Ocean disebutkan bahwa proses ini akan membutuhkan waktu 1 menit /GB artinya  untuk resize menjadi 60 GB dibutuhkan waktu kurang lebih 60 menit (1 jam). Bahkan team support Digital Ocean menyatakan proses ini bisa memakan waktu kurang lebih 2 jam. Surprisingly, prosesnya selesai dalam waktu hanya kurang lebih 15 menit. Aku cukup puas karena hari-hari berikutnya server kami berjalan normal dan bisa meng-handle lebih banyak request seperti yang diharapkan.
Sampai kemudian pada tanggal 13 September 2016, kami mendapatkan pemberitahuan bahwa Digital Ocean telah melakukan re-booting terhadap server kami, namun disitu disebutkan tidak ada yang perlu dilakukan di sisi kami.
fitinline.com
Tidak ada firasat apapun bahwa itu adalah pertanda sesuatu yang sangat buruk akan terjadi, karena pada hari itu semuanya berjalan normal. Sampai kemudian sesuatu yang buruk itu pun benar-benar terjadi …
14 September 2016 07.00
Berdasarkan data Google Analytic, server kami mulai mati pada pukul 07.00. Hal ini terlihat jumlah trafik yang 0. Namun tidak ada pemberitahuan apapun dari Digital Ocean.
fitinline.com
Masalah baru diketahui ketika kantor kami mulai buka jam 07.30 dan ketika anak buahku mencoba mengakses ke Fitinline.com dan tidak bisa. Akses ke server juga tidak bisa sama sekali. Parahnya Digital Ocean sama sekali tidak menyediakan layanan hotline maupun live chat, sehingga yang bisa dilakukan adalah membuat support ticket.
14 September 2016 07.53
Tiket sudah dikirim, dan 1 jampun berlalu tanpa ada jawaban dari Digital Ocean. Aku mulai panik karena pada jam tersebut pengunjung kami sudah mulai ramai. Lalu aku mencoba mengirim pesan ke akun twiter mereka di @digitalocean. Dua menit kemudian kami mendapatkan jawaban bahwa kami diminta untuk menuliskan tiket, yang tentu saja hal ini sudah kami lakukan. Dan  1,5 jam berlalu sejak kami menulis tiket dan tetap tidak ada jawaban dari Digital Ocean. Aku mengirimkan tweet kembali dengan mempertanyakan SLA mereka.
fitinline.com
Bagaimana mungkin server kami sudah down lebih dari 2 jam dan mereka bilang SLA mereka 99.99%??
14 September 2016 09.24
Kami mendapatkan jawaban pertama dari support Digital Ocean yang intinya terjadi masalah hardware dan sedang proses perbaikan.
fitinline.com
14 September 2016 16.07
Sudah 8 jam berlalu dan server kami masih down! Aku terus mempertanyakan kapan server kami akan up kembali. Dan jawaban yang kami dapat sungguh mengecewakan.
fitinline.com
Bagaimana mungkin perusahaan sekelas Digital Ocean tidak mempunyai time frame untuk menyelesaikan seuatu masalah??? Sebenernya seburuk apakah kondisinya?
14 September 2016 23.48
16 jam setelah server kami down, akhirnya kami mendapatkan berita buruk bahwa pihak Digital Ocean tidak berhasil memperbaiki server kami dan me-recover apapun dari server kami.
fitinline.com
Marah. Geram. Sedih.
Karena apa yang kami bangun bertahun-tahun serasa lenyap seketika, hilang tak bersisa. Karena Digital Ocean tidak menjaga milik kami dengan baik, tidak memelihara fasilitas/layanan mereka dengan baik. Mereka menghilangkan situs kami beserta seluruh datanya, mereka juga menghilangkan mail server beserta data email dan kontak kami!!
15 September 2016 12.21
Mereka memberikan kompensasi berupa kredit setara dengan 3 bulan berlangganan.
fitinline.com
Bagaimana mungkin situs dan data kami hanya dihargai dengan 3 bulan berlangganan!! Tentu saja aku sangat marah dan kemudian Digital Ocean menambahkan kompensasi  dengan memberikan kredit kembali sebesar $120 ke akun kami. Tentu saja hal ini tidak bisa aku terima. Ini sangat tidak sebanding dengan apa yang sudah mereka hilangkan.
Dan lebih buruknya lagi adalah backup yang kami miliki tidak uptodate sehingga proses recovery akan menjadi proses yang painful. Tapi bagaimanapun kami tidak bisa terus larut dalam amarah dan kesedihan, kami harus move on. Fokus pertama kami adalah bagaimana caranya supaya situs fitinline.com apapun kondisinya bisa segera Live. Waktu sangat berharga bagi kami, karena kondisi server yang down selain menimbulkan kerugian/opportunity cost  berupa potensi memperoleh revenue, prospek customer  dan juga kredibilitas kami, hal ini juga bisa berakibat buruk dari sisi Search Engine. Kami memutuskan untuk setup server baru di cloud server lain.
Yang masih mengganjal bagiku adalah kenyataan bahwa kami sebagai konsumen ternyata posisinya sangat lemah. Mengacu pada Term of Service Digital Ocean Pasal 7 (https://www.digitalocean.com/legal/terms/) disebutkan bahwa Digital Ocean tidak dikenai tanggungjawab terhadap data yang di hosting di server mereka. Apakah ini sama seperti layanan parkir yang sebelumnya sudah memberikan peringatan “Kerusakan/Kehilangan bukan tanggung kami” ? Bagaimana jika kerusakan/kehilangan itu disebabkan oleh kelalaian mereka? Lalu bagaimana dengan hak kami sebagai konsumen untuk mendapatkan tempat yang menjamin keamanan dan keselamatan data kami? Jika hal ini tidak terpenuhi lalu apa gunanya sebuah reputasi?
Apa yang sudah hilang tentu sudah tidak bisa dikembalikan lagi, waktu pun tidak bisa diputar untuk sekedar mengatakan ah seandainya aku melakukan backup dengan layak mungkin proses recovery nya tidak akan seberat ini. Tapi aku kesulitan untuk menemukan kata gagal dan menyerah dalam kamus hidupku, yang ada hanyalah berusaha lebih baik lagi. Terima kasih kepada teman-teman baikku yang sudah membantu proses recovery, tim fitinline.com yang memberi dukungan penuh selama proses recovery dan rekan-rekan Jogja Startup yang memberikan simpati dan semangat kepadaku. Saat ini situs fitinline.com sudah bisa diakses di https://fitinline.com walaupun masih dalam proses recovery.
fitinline.com
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

161 thoughts on “Digital Ocean: Sebuah Mimpi Buruk

  1. Ikut berduka cita dengan masalah yang Mbak alami di DO, semoga tetap semangat.
    Mengingat saat ini Mbak menggunakan VPS, ada baiknya melakukan backup data secara periodik ke server lain. Mbak bisa mencari VPS murah dari lowendbox.com untuk keperluan backup atau mengirim backup secara rutin ke Dropbox atau layanan cloud yang lain.
    Maaf tidak bermaksud menggurui, hanya berbagi pengalaman pribadi.

  2. Semangat mbak.
    Lain kali, atau mungkin mulai sekarang.
    Beli codeg[u]ard utk backup semua data yg ada di vps mbak.
    Maaf saya bkn sales / bagian dari codeg*ard. Tapi itu lebih baik daripada hilang semua. Semangat terus, Insya Allah berkah.

  3. Waw *Speechless*
    Turut prihatin mbak, saya dulu pernah juga mengalami hal yang serupa dengan server Indonesia tapi bedanya data-data yang hilang diserver adalah data company profile, lalu setelah itu saya pun mulai memindahkan website-website dengan traffic yang tinggi ke server luar.
    Tapi ini kasus yang benar-benar diluar dugaan saya untuk nama penyedia layanan sebesar DO. Saya juga kebetulan pengguna layanan DO untuk beberapa website yang saya kelola. Pelajaran yang sangat mahal harganya untuk mbak juga untuk teman-teman lainnya. Kalau boleh memberi saran, siapkan tim khusus untuk bagian backup membackup data setiap harinya supaya tersimpan rapi.
    Bahkan untuk traffic yang sedemikian tingginya jika memungkinkan setiap jamnya mbak, selain itu juga kalau memungkinkan gunakan auto backup ke server yang lain (server khusus backup).
    Semangat ya mbak.

  4. Wah sama persis mas dengan cerita di kantor saya. Awal mulanya juga sama, gara-gara restart hardware. Parahnya, kami membayar jasa ekstra autobackup. Dan semua autobackupnya tidak bekerja sama sekali. Database juga tidak bisa diselamatkan.
    Sejak kejadian itu kami sudah tidak lagi pakai DigitalOcean, tapi pindah ke platform WebFaction yang diharapkan lebih menjamin (karena dengan memilih ini kami tidak pusing lagi soal infrastruktur server).
    Anyway semoga fitinline semakin bersinar.

    1. Waduh, kalo autobackup tidak bekerja sih keterlaluan sekali, mestinya bisa men-sue DO tu 🙂 Tapi ya sudahlah ya, kita orang Indonesia biasanya penyabar dan pemaaf hehehe. Aamiin!

  5. Halo Mbak Istofani. Ini Monik, Hipwee. I am sorry for your lost Mbak. Tapi senang juga saat membaca Mbak dan tim bisa survive dan segera live lagi. Semangat Mbaaaak!
    *btw jadi deg-degan juga nih. Sesama customer DO*

  6. Turut bersimpati mas. Sayang sekali memang, apalagi ini terkait data. Terlepas dari musibah yang terjadi, minimal ada aspek pembelajaran yang sedikit banyak bisa diraih. Misalnya pentingnya backup diluar apa yg disediakan provider, meski ya pahit sekali rasanya…
    Kalau ada yang bisa saya bantu boleh juga mas. Saya mengelola cloud juga termasuk kaitan dengan mail server. Tentu bukan dalam kaitan bisnis namun lebih pada kaitan simpati.
    Awal bulan depan saya rencana ke Yogya, siapa tahu bisa ngobrol

  7. Berkaca dr downnya sribu.com juga..kejaianya hampir sama..yg bisa di lakukan kedepan adalah melakukan backup data server n data web secara periodik dan konsisten..
    Backup pihak provider kadang tidak up todate..
    Semoga tetep semangay…

  8. This can happen with any cloud provider. VMs are not magical. They run on hardware that will fail at some point.
    If business continuity is important, have a strategy/deployment that supports it.

  9. Ada referensi cloud hosting yang lebih baik mas? Kebetulan saya pake DO juga beberapa tahun terakhir dan serem juga pengalaman njenengan.

    1. Mau cloud mana saja juga sama mas. Kapan hari kejadian Amazon error di beberapa region, bukan cuma satu. Pernah juga Github gak bisa diakses beberapa jam.
      The question is ‘when’, not ‘if’.
      Mana ada service yang 100% kebal, Titanic aja tenggelam 😉
      Tinggal tanggung jawab kita sendiri untuk punya prosedur backup dan restore yang mumpuni.
      Tambahkan dengan prosedur continuous integration/delivery supaya deployment aplikasi bisa dilakukan dalam hitungan menit.

  10. sekedar berbagi mas. mungkin ini bisa dijadikan pengalaman bahwasannya management server tidak begitu saja. asumsi saya disini mungkin server yang dibangun oleh mas standalone ya ? db,mail,webserver dll dalam 1 server vm, menurut saya itu management infrastruktur yang kurang baik. banyak konsep yang bisa diterapkan sebetulnya
    bisa menjadi referensi salah satu startup di indonesia yang maju dgn teknologinya toko**dia.com
    https://www.youtube.com/watch?v=N9sxxA215A8
    semoga bisa membantu 🙂

  11. Terimakasih sharingnya. Kagum banget sama fitinline yang sekarang udah bisa 8000 visit per month. Semoga masalah ini bisa cepat diatasi ya.. semangat!!

  12. Ya Allah ya Robb ikut prihatin ya is, semoga bisa kembali beroperasi spt sediakala dan pelanggannya makin banyak lagi, setiap peristiwa pasti ada hikmahnya…..sabar ya buu

  13. Ketika semangat masih menyala, sekeras apapun batu yang menghalang pasti akan terlalui juga, seperti itulah kira2 yang saya bisa ungkapkan mengenai keadaan Mba saat ini.
    Tetap semangat ya Mba, anggap ini cobaan untuk meningkat lebih maju.
    Salut untuk fitinline.com yang terus berkembang 🙂

    1. Sebelumnya layanan DO baik-baik saja dan kami termasuk customer yang puas. Mungkin ini unfortunate saja. Terima kasih infonya, nanti tak lihat-lihat mana yang terbaik buat kami. Saat ini kami sudah pindah ke Linode.

    1. Iya, semua data di server kami itu hilang total, dan malangnya untuk data yang berupa file (image, doc pdf dll) kami tidak lakukan backup secara rutin karena datanya yang sudah sangat besar (untuk ukuran kami). Jadi mesti di-recover satu-satu, sekarang masih dalam proses walaupun tetep tidak bisa ter-recover semuanya. Terutama untuk data 1 bulan ke belakang — completely gone 🙁

  14. Seperti kata para mastah di dunia maya, kejadian “memilukan” ini mungkin sebagai pertanda mba sih akan “naik kelas”. Pasti ada banyak pelajaran yang bisa diperoleh.
    Tetap semangat. Salut dengan mba sis yang membangun website dengan penuh dedikasi.
    Salam kenal..

  15. Merinding bacanya, soalnya pernah mengalami hal serupa, tapi di salah satu vendor di DC IIX dan kesalahan ada di tim saya.
    Saya sedang berencana mencicipi DO. Tulisan ini telah memberi pelajaran dari pengalaman yang tak ternilai harganya.
    Tetap strong ya, Mbak. Semoga bisa secepatnya melesat kembali.

  16. Kalau sy, pas bangun web serius, dr awal udah concern ke database. Instal plugin autobackup ke email. Trus kalau images, download manual. Jadi kalau ada apa2 ga bingung
    Btw kalau cmn uv 8000 mending pakai hawkhost yg semi dedicated hosting. Itu nampung 100k uv pun masih kuat. Kalau sekiranya kurang, atau udah lemot, di bantu sama cdn aja. Simple sih sebenernya.

  17. Coba mulai pakai aws mba..(amazon web service )
    Itu bisa pakai beberapa vm dalam 1 web, web server dan server database beda vm. Untuk penyimpanan file pdf atau bs pakai tempat yang beda juga. Bahkan kt bisa jg pakai backup yang berbeda juga

    1. Terima kasih masukannya, saat ini kami pindah ke Linode. Mau cooling down dulu setelah beberapa hari kemaren cukup lelah dengan proses recovery 🙁 Nanti kami pertimbangkan.

  18. Mungkin memang fitinline harus pindah pada yang lebih reliable Mas, karena mungkin akan ada rejeki traffic yang lebih tinggi nanti. 🙂
    Keep it up!

  19. Pelajaran yang sangat-sangat mahal ya mbak…saya juga pernah mengalami hal itu..bahkan mungkin lebih. Situs forum dengan member aktif lebih dari 20k hilang tak berbekas karena dihack seseorang yg tidak bertanggung jawab dan juga karena jarangnya update backup. Hilang sudah semua kerja keras tim selama hampir 2 tahun dan juga dana dari client selama itu dengan total skitar 500jt-an. Dengan Kejadian ini..saran saya mengadakan daily backup, baik online maupun offline. Semoga semakin sukses ya mbak…:)

  20. gw beberapa kali sering dapat notif “re-booting” dari DO.
    pas pertama kali dapat notif emang apache ga jalan otomatis,
    itu di karenakan server gw menggunakan port root tidak normal alias port custom,
    so engine DO ga bisa masuk and login otomatis, jadi kita harus login via Console mereka dan nyalain apache lagi. setelah itu server run as normal kok.

    1. iya, setelah re-booting memang semuanya normal, kami menggunakan chkconfig, sehingga semua service auto-start. Masalahnya adalah kejadian disk failure yang menyebabkan semua data hilang.

  21. Jadi bingung mau bela siapa krn saya sendiri juga pake DO untuk handle blog saya krn harganya cukup murah utk sekelas VPS. Sepengetahuan saya DO itu unmanaged server, jadi pengelolaan sepenuhnya diserahkan kpd client. DO jg menyediakan fasilitas backup otomatis dgn penambahan biaya, bisa backup gratis dgn cara manual (ini yg saya lakukan 1 bulan sekali). Seharusnya pihak admin sudah harus bisa antisipasi sejak awal mengenai kejadian ini, meski sbnrnya kemungkinannya kecil sekali. Jadi mari kita ambil pelajaran dengan melihat sari dua sudut pandang. 🙂

    1. Iya mas Dwi Wahyudi, ini pembelajaran buat kami juga. Kami juga melakukan backup, terakhir 1 bulan sebelum kejadian ini, tp memang datafile (yg beupa image, doc) luput kami backup. Ternyata backup sebulan sekali itu tidak cukup karena kehilangan data sebulan itu setara dengan kehilangan data 1000 customer. Apalagi pada saat itu, trafik ke tempat kami sedang tinggi. Mungkin kejadian ini (disk failure) langka, tapi denger2 ini udah kejadian yang kesekian kalinya di DO (cmiiw). Mudah-mudahan tidak menimpa situs/perusahaan lainnya.

  22. Turut berduka cita atas masalah Digital Ocean ini… tapi maju terus pantang mundur yaa
    Anyway Saya lihat2 tentang fitinline, saya lihat ada bagian custom nya ya?
    Kebetulan kami bergerak di jasa printing, baik yang digital maupun yang conventional, mungkin suatu saat bisa kerja sama…
    Sukses terus ya fitinline.com

  23. Bagi kami, karena sama-sama pakai DO, ini suatu sinyal agar kami juga tetap melakukan backup, dan terimakasih atas postingan ini ya kak. Turut berduka, namun yakinlah dengan kejadian ini fitinline.com bisa lebih baik lagi kedepannya.

  24. Turut berduka cita mbak, mas.
    Smoga ada rezeki yg mengejar di balik semua itu.
    Dan terimakasih atas pelajarannya. Sepertinya saya juga harus belajar update untuk website saya juga walau masih baru dilahirkan.

  25. Nyampe di pos ini dari blognya mas Ali yang kena hal sama tapi tidak separah mba.
    Saya juga pernah baca projects.co.id mengalami hal yang serupa mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua.
    Saya dulu juga pernah mengalami hal ini tapi karena kelalaian sendiri.
    Sampai saat ini untuk urusan backup saya jarang memperhatikan sepertinya mulai hari ini harus diperhatikan lagi.
    Semangat ya mbak semoga semakin sukses

  26. turut berduka cita … public cloud yg kasih SLA 99.99% walaupun ada sertifikasi .. rasanya agak2 gak mungkin .. terutama digital ocean .. jebakan dan niat curangnya dah kebaca sekitar 2 – 3 bulan yg lalu .. lebh baik pakai VPS
    semoga makin sukses web nya ..

  27. Is, kenapa gak hosting sendiri aja? Maksudnya taroh box sendiri, sewa bandwidth di data center, jadi process backup and upgrade bisa dikerjain sendiri?

    1. Sebenernya pakai cloud itu harapan ku mengurangi ribet dan kebayangnya lebih ‘highly available’, karena aku nggak punya dedicated sysadmin 🙁 Yang di server baru sekarang sih udah aktifin layanan auto-backup yang reguler (daily/weekly).

    1. Thanks for your suggestion 🙂 Actually, I have made one but I am still considering whether to post it or not. In one side, I feel pity if my post would jeopardize their business, but in other side, I believe my story could bring awareness to people about data safety.

  28. Gak kebayang gimana rasanya website yang udah dirawat baik-baik bertahun-tahun bisa hilang begitu. Saya saja yang kehilangan tugas satu matakuliah gara-gara hardisk bad sector udah sedih bukan main.
    Sejak saat itu saya selalu membackup tugas saya.
    Namun saya baru tahu kalau website perlu di backup juga, karena saya baru nyemplung ke dunia blogging selama 3 bulanan.
    Terimakasih sharingnya, tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi saya untuk selalu berjaga-jaga.
    Semoga mbak mendapat ganti dariNya yang lebih baik

  29. Terima kasih sudah berbagi pengalaman, mengingatkan bahwa backup sangat sangat penting.
    BTW itu yg disk failure lokasinya ngambil mana mbak; US, SG, atau yg lain? 🙂

    1. Alhamdulillah tetep semangat, sudah jalan 3 bulan sejak kasus ini, Alhamdulillah trafiknya sudah kembali 🙂 walaupun datanya yg ilang tetep gak bisa kembali hehehe

    1. So far baik-baik saja, support nya juga cukup responsif dan helpful, di tambah lagi .. harganya lebih murah 🙂
      Sebenarnya mau pakai server dimanapun akan lebih penting kalau bisa bikin supaya lebih secure (backup/redundancy). Case di DO kabarnya sih bukan ini saja, jadi kalaupun mau DO ya prepare for the worst hehehe

  30. Waduh mbak..padahal portal kami berencana mau migrasi ke DO, tapi setelah membaca postingan mbak jadi mikir seribu kali..apalagi kami media pemberitaan dengan data yg besar..klo hilang hancur sudah…. boleh tanya, skrg fitinline.com pake server mana?

    1. Kalau yg dimaksud layanan backup, itu layanan tambahan di setiap penyedia server. Waktu itu kami memang tidak berlangganan layanan itu. Kami melakukan backup sebulan sekali secara manual, sayangnya itu tidak termasuk data file. Yah itu memang salah satu kesalahan kami, seperti yang sudah saya sebut di artikel 🙂

  31. Thanks bak buat infonya. Ngingetin saya nih, backup, backup dan backup 🙂
    Dengan harga segitu ya emang kudu siap2 aja sih ya. BTW sekarang pindah ke mana mbak? Gak nyobain AWS?

    1. Sekarang di Linode, so far sih oke, mudah-mudahan ke depannya juga oke 🙂 Banyak yg saranin ke AWS tapi belum sempat nyoba. Kemaren AWS juga sempat down lho 🙂

  32. Sblmnya saya ikut prihatin, saya paham benar membangun branding domain for business, visitors traffic, rank, seo esc sangat tdk mudah. Apalagi dr yg saya baca vps anda dimulai langsung dng 2Gb dan sdh aktifkan fitur auto backup. Kebetulan saya pakai DO jg, 3 vps @4GB usa n sg sudah masuk thn ke-3 dan selama ini lancar. Bedanya kita saya tdk pakai feature auto backup DO tp saya bikin sendiri fitur remote backup ke server lain per 2 minggu atau bisa disetup tergantung kondisi peningkatan aktivitas web dan database. Auto backup yg biasa disediakan perusahaan sejenis DO gtu umumnya kurang reliable krn qta tdk punya kontrol yg lbh spesifik jd saya bikin sendiri kondisi backup yg spesifik shg saat beroperasi ada keseimbangan antara kinerja hardware vps milik kita dng kinerja backup jd disc vps yg qta gunakan jg tdk terlalu ‘dibebani’. Corrupt disc bukan semata” krn fisik storage utk vps tsb tp jg dr aktivitas yg membuat virtual disc vps qta ‘padat’ jd kadang ada situasi X antara hardware n virtual yg bisa blown everything on our vps.Selain itu isi droplet yg kita setup sjk awal jg menentukan berat ringannya proses autu backup di fitur milik DO, cth: ram 512mb diisi ubuntu 14.04×32 itu lbh berat proses auto backup drpd saat sjk awal droplet disetup hanya dng lamp saat sudah kita mulai isi file/konten.
    Goodluck for your business.

    1. Terima kasih atas masukannya..
      Saat ini kami sudah pindah ke Linode, sampai saat ini belum pernah ada masalah, sudah menggunakan auto maupun manual backup. Sudah pernah upgrade juga dan so far so good.

    2. Terima kasih atas masukannya..
      Saat ini kami sudah pindah ke Linode, sampai saat ini belum pernah ada masalah, sudah menggunakan auto maupun manual backup. Sudah pernah upgrade juga dan so far so good.

  33. Terimakasih mbak sama review pengalamannya selama menggunakan DO, memang betul untuk pembuatan website sekelas perusahaan yang visitornya banyak, untuk penggantian kompesasi pun juga tidak cukup dengan menggunakan credit setara 3 bulan sekalipun.

  34. Pengalaman yang sangat berguna untuk di share. Saya tidak bisa membayangkan jika hal tersebut menimpa saya.
    Ada potongan kata yang sangat peting untuk direnungkan dalam artikel Anda “ternyata sebagai konsumen posisi kita sangat lemah”. Ini sangat ironi, mestinya harus bisa dirubah.

  35. Jeleknya AWS kalau basic support sama sekali gak ditanggepin case kita, mana tidak ada nomor phone contact. saya ada problem, account ke suspend, sudah 24 jam tidak ada tanggapan.

    1. Halo,
      Sejak peristiwa itu kami pindah ke LINODE, pernah sih 1x down tapi tidak lama dan semua ter-recover. Pencegahan supaya tidak down mustahil ya, karena itu ada di pihak penyedia server. Yang bisa dilakukan adalah membuat backup, kami berlangganan layanan backup dan melakukan backup manual secara rutin.

  36. Pingback: zulfikar
  37. Saya suka quote ayat terakhir, karena bagaimanapun kita sebagai muslim melihat ini harus dari sudut pandang agama, agar kita lebih teguh dan juga tegar, sekedar mengingatkan ini adalah bagian dari takdir. Semoga kemudahan bagi anda dalam menjalankan bisnis ini, dan terima kasih atas sharingnya sangat informatif dan mencerahkan sebagai real report bagi end user seperti saya.

    1. Yang paling penting persiapan backup sih, di mamapun 🙂 Selain menggunakan jasa/layanan backup berbayar juga bisa di double dnegan backup manual. Siapkan juga server backup, jika suatu saat terjadi masalah bisa cepat live di server yang lain.

  38. Baru terjadi kepada saya hari ini lebih dari 12 jam dari jam 7 pagi (tidak tau mungkin dibawah jam 7 karena baru bangun buka server tidak dapat diakses) dan baru normal pukul 21.00 di Niagahoster. PAdahal tertulis uptime 99,99%. Tidak sama sekali mencerminkan tagline mereka. CS live support dan WA hanya bisa membalas untuk bersabar tanpa memberikan estimasi berapa lamanya. Omset puluhan juta hari weekendpun sirna tanpa ada kompensasi setimpal.

    1. Iya, resiko itu memang selalu ada dimanapun, sayangnya customer dalam hal ini lemah, walaupun sudah ada janji 99.99%. Yang bisa dilakukan siapin backupnya aja, biasanya hosting server juga menyediakan jasa itu. Nah kalo kita sudah langganan backup service ternyata nggak bisa di-restore, itu posisinya lumayan kuat untuk bisa men-sue 🙂

  39. Pernah kejadian website down karena bug panel, dan hosting nya di Digital Ocean. Sampai malu sama orang karena portal berita yang sedang banyak trafik dan sedang “naik”.
    Kita sebagai pelanggan tak bisa berbuat banyak, terutama mereka cloud unmanaged service. Mereka memang cocok untuk development saja, karena dilihat dari gaya interface dan komunikasi yang membawa kalimat “happy coding”. Untuk produksi saat memakai layanan mereka mesti “kerja ekstra” bagi sysadmin.
    Kesimpulannya adalah, jangan lupa atau malas backup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *