Sudah santai karena sudah melapor SPT Tahunan untuk Fitinline.com pada Februari lalu, Eh .. tiba-tiba dapat telpon dari Kantor Pajak yang menginfokan kalau laporan pajak tahunanku yang dilakukan secara manual (menggunakan formulir) tidak bisa diterima, karena sebelumnya pernah penggunakan e-SPT (padahal untuk objek pajak yang berbeda). Jadilah aku harus membuat ulang laporan pajak versi e-SPT. Dan ternyata eh ternyata, baru tahu kalau ada pengisian yang belum benar 🙂 Padahal cara pengisiannya persis seperti tahun sebelumnya, kok tidak ada respon apapun mengenai laporan tahun sebelumnya tersebut ya, kalau ternyata ada salah dalam pelaporan. Kabarnya sih, untuk UKM memang yang penting sudah menyetor pajak 🙂

Jadi ceritanya, pada sistem e-SPT, ada beberapa penghitungan yang dilakukan secara otomatis oleh sistem. Selain itu SPT Induk juga tidak perlu diisi secara manual karena akan dihitung secara otomatis oleh sistem berdasarkan nilai yang kita masukan di dalam Lampiran. Mudah-mudah tulisan ini bisa membantu buat yang masih baru juga soal lapor-melapor pajak, terutama SPT Tahunan Badan Usaha Kecil. Cara ini bisa dipakai untuk pengisian laporan secara online maupun secara manual. Asumsi: tidak ada kegiatan selain penerimaan penghasilan, yang berimplikasi pada pajak.

1. Lampiran Khusus — Diisi jika ada

2. Lampiran SPT 1771

Lampiran I. Yang perlu diisi adalah penghasilan netto komersial (poin 1, 2– jika ada dan 3) — diisi sesuai dengan Laporan Laba Rugi, dan pada poin 4 diisi sama dengan no.3.

SPT Tahunan PPh Final UKM

Lampiran II. Diisi sesuai dengan laporan laba rugi.

Lampiran III. Diisi jika ada.

Lampiran IV. Pada bagian A ditambahkan uraian baru, no.14 PPH Final. Dengan dasar pengenaan pajak sesuai dengan jumlah penghasilan bruto selama setahun. Tarif diisi 1% dan PPH Terutang adalah 1% dari penghasilan bruto.

SPT Tahunan PPh Final UKM

Lampiran V. Diisi sesuai dengan data pemegang saham dan pembagian deviden — jika ada.

Lampiran VI. Diisi jika ada.

3. SPT 1771 Induk

Pada e-SPT, lembar ini dihasilkan secara otomatis oleh sistem berdasarkan nilai yang dimasukan pada Lampiran. Kita tinggal melengkapi info dokumen lampiran dan tanggal pelaporan pajak. Pada intinya, untuk UKM, yang perlu diisi hanya bagian F. PPh Final, no.15, yaitu berupa nilai PPH Terutang (sama dengan nilai pada Lampiran IV).

SPT Tahunan PPh Final UKM

4. Penghitungan PPH Pasal 26 ayat 4 — dihasilkan secara otomatis oleh sistem. Untuk UKM, penghitungannya akan 0, karena yang dikenakan adalah PPH berdasarkan PP 46.

5. Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan — diisi sesuai dengan Laporan Neraca dan Rugi Laba.

Simple kan? Untuk selanjutnya, sama seperti yang dijelaskan ditulisan sebelumnya Cara Melaporkan Pajak Tahunan Badan Usaha Kecil.

Masalah terjadi ketika submit SPT, ada notifikasi “BPS SPT sudah ada”. Lho heh? kan sebelumnya belum melapor (laporannya tidak diterima), kok dibilang sudah ada? Karena tidak ada petunjuk, akhirnya aku telpon ke Kantor Pajak, minta bicara dengan RO/helpdesk. Usut punya usut sepertinya Laporan manualku sebelumnya mungkin sama petugas pajak sudah coba diinputkan ke sistem, itu kenapa ketika aku coba submit SPT, sistem memberitahukan kalau laporan SPT sudah ada. Piye tho? 🙂

Akhirnya solusinya, aku diminta bikin SPT Pembetulan 1 dan Submit ulang 🙂 Okay deh Kaka, happy taxing!!

It's only fair to share...Email this to someoneShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest