Siap-siap mulu ya, kapan launching-nya? 🙂 .. begitulah .. ternyata banyak hal yang membutuhkan waktu lebih lama dari rencana yang aku buat, mungkin karena aku orangnya sering over optimis 🙂

Hari ini aku melakukan pemotretan untuk koleksi pertama Fitinline. Tidak seperti koleksi pada umumnya, sebenarnya koleksi yang kumaksud di sini adalah model baju yang nantinya bisa dipilih, bukan real yang akan diproduksi (dengan ukuran dan motif yang sama). Dengan menyewa studio dan fotografer, serta fotomodel dan dibantu oleh stylist, ini adalah pengalaman pertamaku terlibat dalam aktifitas seperti ini. Dalam setiap sesi pemotretan selalu harus ditentukan temanya. Temanya kali ini aku mau yang simple, elegan, muda, klasik tapi modern (nah lho bingung kan?). Yang aku mau tonjolkan adalah bajunya, bukan modelnya, jadi kubilang pada stylist bahwa pemotretan ini tanpa asesoris (termasuk sepatu). Pas akan dimulai pemotretan ternyata aneh juga, karena model bajunya cenderung formal casual tapi kok nggak pake sepatu. Tapi untungnya kalo kita memakai model profesional, mereka sudah membawa sendiri semua perlengkapan, termasuk asesoris dan sepatu. So, aku pinjem sepatunya deh buat difoto hehehe. Model juga ternyata ngaruh banget, apalagi kalo ternyata tidak cocok ukurannya dengan ukuran bajunya (maklum baju sample model hanya dibuat untuk satu ukuran tertentu). Jatuhnya potongan jadi kurang oke. Hmmm .. seharusnya sebelum memilih fotomodel, aku perlu melakukan audisi dulu (paling tidak ketemu langsung dengan modelnya), kemarin aku cuma pilih dari data foto yang diberikan oleh sebuah modelling agency. Tapi menurutku sih untuk pertama kali, ya lumayan juga, mudah-mudahan hasilnya oke 🙂 Perlu 1 – 2 hari pengolahan sampai foto benar-benar jadi, istilahnya retouch. Pemakaian model dan fotografer di sini bukan untuk me-remake product (baju) melalui teknik fotografi lho, tapi lebih karena alasan supaya terlihat lebih profesional. Beberapa orang yang melihat langsung koleksiku sih hampir semuanya bilang bagus 🙂 .. pede banget ya B-)

Untuk koleksi pertama ini, jujur ini adalah pembelajaran pertama buatku sebagai desainer. Namanya masih belajar, masih banyak eksperimen .. dan terus terang belum terlalu orisinal. Tapi kalau menurut p Sanny hal ini lumrah saja, banyak desainer yang melakukan hal itu (saling contek dengan sedikit modifikasi), kecuali desainer yang benar-benar brilian. Aku beruntung bertemu pak Sanny, karena dari beliau aku dengan mudah mendapatkan referensi (copy dari koleksi buku/majalah beliau) yang aku rasa referensi seperti ini sangat sulit ditemukan di toko buku/perpustakaan manapun di Indonesia. Oya, sebelum pemotretan kemaren aku sempat berkonsultasi mengenai koleksiku itu dengan memperlihatkan foto-foto yang aku buat sendiri. Katanya masih perlu ditambah kelonggaran yang cukup agar tidak terlalu sexy B-). Kalau dalam fashion design, kelonggaran (ease) itu bisa diatur (design ease). Ada yang close fitting, fitted, semi fitted, Loose fitting, very loose fitting. Di Fitinline, lebih banyak dipakai yang fitted/semi fitted, namanya juga fitinline :). Walaupun sebenarnya artian Fit di Fitinline bukan baju yang ngepress di badan, tapi baju yang pas dan nyaman dipakai. Itu kenapa, aku tanyakan ke fotomodel, apakah bajunya nyaman dipakai? Katanya sih nyaman 🙂 syukurlah. Selain itu aku masih penasaran dengan formula-formula yang generik dalam membuat suatu pola. Sebagai orang yang terbiasa dengan ilmu eksakta, aku merasa seharusnya semuanya ada dan bisa dibuat formulanya (tapi di dunia nyata sebenarnya banyak hal yang tidak bisa dibuat formulanya, apalagi jika terkait dengan karya seni .. dan perasaan 🙂 ). Aku masih belum mendapatkan jawaban yang memuaskan, katanya aku akan mendapatkannya dari pengalaman.

Setelah koleksi siap, apa lagi? system!! .. molor dari rencanaku, mungkin karena rencanaku terlalu optimis dan kurang mempertimbangkan keterbatasan-keterbatasan yang ada. Mudah-mudahan dalam minggu ini bisa terselesaikan semua fiturnya, juga untuk system yang berbasis komunitas harus melewati stress test. Kalau dalam minggu ini tidak terselesaikan, target launching 1 Mei bakal terlewati lagi .. tapi masih ada waktu beberapa hari lagi untuk berbenah, jadi tetap berusaha! Selain system, kelengkapan materi sangat penting, termasuk semua narasi. Sulit juga ternyata membuat narasi untuk fashion, secara istilah-istilah dalam dunia fashion juga masih perlu dipahami.

Banyak hal yang aku lakukan dengan “terburu-buru” (kalau meminjam istilah pak Sanny) untuk mempersiapkan bisnis ini. Misalnya eksperimen yang aku lakukan langsung pada media yang sesungguhnya. Kebanyakan desainer melakukannya pada muslin (media percobaan). Tapi untungnya dari beberapa eksperimen, 80% berhasil (yang menjadi koleksi), 15% bisa di-remake, 5% sisanya gagal :). Kenapa buru-buru? .. biar bisa segera launching kataku 🙂 .. Memang untuk mencapai ‘kesempurnaan’, mungkin akan dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Targetku memang 3 bulan sejak resign, bisnisku harus sudah berjalan. Mungkin banyak orang yang lebih smart, dengan mempersiapkan bisnis jauh sebelum resign, tapi jalan yang aku pilih tidak demikian, bisa jadi aku salah, tapi bukankah setiap kesalahan adalah guru yang paling baik dan selalu ada jalan untuk memperbaikinya, Insya Allah 🙂

It's only fair to share...Email this to someoneShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest