Kenapa ya setiap mau nulis rasanya malesss banget… tapi begitu nulis sampai lupa waktu hehehe .. Karena ada yang request cerita tentang kompetisi-kompetisi yang aku ikuti, baiklah .. mari kita sambung ceritanya πŸ™‚

Desember 2013 – Jogja Pitching Competition

Sebenarnya waktu itu terlalu prematur untuk mengaku-aku sebagai startup digital, karena baru saja aku menyatakan pivot dari startup UKM ke startup Digital. Tapi kenapa tidak? karena sebenarnya sedari awal aku sudah mempersiapkan sebuah portal, hanya konsep bisnis dan pola berfikirnya saja yang diubah. Acara Jogja Pitching Competition merupakan rangkaian acara Jogja Startup Day yang baru diadakan untuk pertama kalinya oleh Jogja Digital Valley (JDV), sebuah co-working space yang didedikasikan oleh PT Telkom untk perkembangan komunitas digital terutama di daerah Jogja. Seperti biasa, aku mendaftar di menit terakhir, dan Alhamdulillah terpilih masuk Big-10 dan berhak mengikuti workshop mengenai Startup dan Public Speaking.

Hari kompetisi tiba .. Paginya, seluruh peserta yang masuk Big-20 diberi kesempatan untuk mengikuti pameran untuk menampilkan produknya.. Banyak lho peserta dengan produk-produk yang bagus, dan merasa surprise juga mereka nggak masuk big-10 hehehe, semoga sukses ya kawans! Siang dan sorenya peserta yang masuk Big-10 diberi kesempatan untuk melakukan pitching selama 20 menit dihadapan dewan juri dan penonton (pitching-nya dilakukan secara terbuka), dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Walaupun sorenya sempat diguyur hujan yang sangat deras, tapi pengunjungnya lumayan banyak, dan ini adalah kali ke-2 nya aku berbicara di JDV setelah sebelumnya sempat diundang sebagai pembicara di acara Meetup Bakulan. Dari sepuluh peserta, ada produk-produk yang berasal dari perusahaan yang sudah cukup mapan dengan bisnis yang sudah berjalan, tapi sepertinya dewan juri lebih memilih produk yang unik dan orisinil .. buktinya Fitinline terpilih jadi salah satu pemenang dan berhak mendapatkan wildcard ke Indigo Incubator 2014. Alhamdulillah ..

Rangkaian acaranya tidak berhenti sampai di situ terutama untuk ke-5 pemenang. Ada acara Jagoongan yang merupakan talkshow online yang dipandu oleh JDV, dan Fitinline dipilih menjadi salah satu startup yang ikut diliput di BloombergTV Indonesia. Ke-5 pemenang juga mendapatkan fasilitas preinkubasi berupa private room dan mentoring. Sayangnya karena aku selama masa transisi sulit untuk meninggalkan workshop-ku, jadinya fasilitas private-room nya nggak termanfaatkan deh.

Januari 2014 – ANGIN Women’s Fund

Eh program apa itu? *kepo* Ternyata program investasi pendanaan untuk startup yang minimal salah satu pendirinya adalah perempuan dari para angle investor perempuan yang tergabung dalam ANGIN (Angel Investor Network Indonesia). Ikutan ah .. isi-isi form, submit! Beberapa minggu kemudian mendapat panggilan untuk melakukan pre-pitching di Jakarta.

Walaupun statusnya undangan, tapi ke Jakarta mesti modal sendiri hehehhe … naik pesawat yang paling pagi untuk pre-pitching yang cuma 1 jam dan pulang dengan pesawat sore harinya. Aku datang kepagian, kalo nggak salah hari itu ada 3 peserta yang akan melakukan presentasi, dan aku diijinkan untuk melihat presentasi peserta yang pertama yaitu sebuah perusahaan Clothing Diapers (Clodi) alias popok kain, pendirinya sepasang suami-istri. Buat aku, ini presentasi yang sangat berhasil, buktinya 2 juri perempuan langsung tertarik untuk membeli produknya, hebat! Nah sekarang giliranku .. juri yang terdiri dari Fung Fuk Lestario (FF), Angelyn Liem (AL) dan 1 nya lupa namanya .. sepertinya kurang sreg dengan apa yang kupresentasikan .. keliatan dari raut muka dan ekspresinya.

AL: “Kalau saya sih nggak tertarik untuk belajar di tempat kamu.”

Jleb! Kemampuan berjualanku masih di bawah standar inihh πŸ™ ..

FF: “Saya pesimis dengan ide kamu, kecuali kamu bisa meng-cloning dirimu jadi 4 orang!”

Duhh! mesin kloning bisa dibeli dimana yah? B-)

FF: “Kamu bisa bayangkan untuk mewujudkan 1 konsep aja susah bukan main, apalagi ini 4! Sebaiknya kamu pilih salah satu dan kamu fokus disitu dan lakukan validasi pasar!”

Maklum, ideku memang sangat banyak dan maunya ngerjain semuanya, ya e-learning, ya Social Network, ya market-place, ya online-store, beuh! Akhirnya sesi pre-pitching ini lebih banyak diisi dengan diskusi dan aku merasa beruntung bisa mendengar langsung cerita bagaimana Lazada dimulai dan dibesarkan oleh pendirinya (FF). Dan di sesi terakhir, FF memberiku pilihan untuk melakukan pitching di depan Angle Investor dengan chance yang kecil atau akuΒ  memvalidasi bisnisku terlebih dahulu dan bisa melakukan pitching kapan saja, dan aku langsung memutuskan untuk tidak mengikuti pitching.

Terakhir aku iseng tanya ke panitia, apakah untuk peserta dari luar Jakarta tidak ada penggantian biaya akomodasi dan panitia langsung merasa bersalah karena memang tidak ada πŸ˜€ .. Dan setahuku setelah itu semua peserta prepitching dari luar Jakarta melakukan pre-pitching melalui Skype! πŸ™‚ Tapi jujur sih aku nggak merasa rugi, bisa tahu GEPI dan diskusi langsung dengan FF.

April 2014 – Global Innovation through Science and TechnologyΒ  2014

Februari 2014 .. Ada email dari Ciputra GEPI Incubator (CGI)! Bukan lanjutan dari ANGIN kemaren sih. Intinya undangan untuk melakukan pendaftaran ke acara GIST Bootcamp Indonesia. Acara apa itu? Ternyata ini adalah acara bootcamp (semacam training intensif) untuk startup-startup yang dinilai potensial selama 3 hari yang diakhiri dengan Demo-Day! Jadi ingat acara Bloomberg Techstar .. Tentu tidak semua yang mendaftar bisa ikut, karena masih ada proses seleksi untuk memilih Top-30 startup dari seluruh Indonesia. Hmmm … tapi lagi males ikut ah! Mana semuanya pake bahasa English, eh tapi ini sistemnya travel scholarship, hmm mulai tertarik B-). Beberapa lama dicuekin .. sampai kemudian Awal Maret 2014 datang email ke-2, intinya remainder tentang undangan mendaftar ke GIST Bootcamp. Iya deh, ikut! Isi-isi form, submit!

Alhamdulillah terpilih jadi Top-30! Dari daftar peserta yang terpilih, banyak di antaranya yang sudah wara wiri di banyak kompetisi: MYT, INAICTA, Indigo incubator, PIN, CECWAVE, Founder Institute dll. Asik nih nambah teman baru. Tapi temen dari jogja mana ya? … Setelah sampai di Jakarta, baru tahu ada 2 peserta dari Jogja yaitu Felix yang alumni CECWAVE dan ibu Nisa yang alumni PIN. Setelah mendapatkan briefing singkat, para peserta diberi kesempatan untuk memilih mentor untuk 1 jam mentoring di hari ke-2, tapi aku menyerahkannya ke panitia, karena dari daftar mentor, nggak ada satupun yang mempunyai background industri di bidang Fashion. Oya di hari kedatangan, kita sempat di jamu di rumah Deputy Chief of Mission of US Embassy di acara Welcome Party to the 30 Global Innovation through Science and Technology (GIST) Startup Boot Camp finalists. Acara ini dihadiri banyak pelaku bisnis (banyak terlihat wajah-wajah yang sudah tidak asing lagi di dunia startup), investor maupun sosialita Jakarta, semacam acara ber-networking-ria.

Selama 2 hari berikutnya, kita mendapatkan bekal dari para mentor internasional di antaranya Jeff Hofman (ex CEO dan Founder Priceline.com yang saat ini menjadi CEO dari Colorjar). Di hari ke-2, setiap startup mendapatkan one-to-one mentoring selama 1 jam sebelum melakukan speed pitching.Β  Mentor ku adalah Pak Iwan Tjam (IT), CEO Indomog, perusahaan yang bergerak di Online Payment, walaupun bidang usahanya tidak secara langsung berhubungan dengan apa yang kukerjakan tapi pasti ada hal baru yang bisa aku pelajari. Oya sebelumnya kita diperbolehkan untuk mengirimkan pertanyaan ke mentor melalui email dan waktu itu yang aku tanyakan adalah bagaimana caranya menghitung besarnya pasar bisnis kita dan ternyata jawabnnya adalah …

IT: “Yang penting bukan bagaimana cara menghitungnya tetapi bagaimana cara kamu mencapainya. Kamu bisa saja mengklaim berapapun angkanya, dan kamu harus tahu bagaimana cara mencapai angka itu. Jika kamu tidak tahu caranya, This won’t be a multibillion business!”

Ouchh! pasti semua pebisnis memimpikan mempunyai perusahaan yang bernilai milyaran dolar dong πŸ™‚ Kemudian lanjut dengan pertanyaan-pertanyaan yang bikin aku gelagapan, tapi memang begitulah harusnya cara berfikir seorang pebisnis ..

IT: “Jadi gini ya, ibaratnya kamu akan menyeberangi sebuah sungai yang lebar dari titik sini ke titik sini (sambil menggambar), kalau kamu melompat, kamu pasti jatuh!”

Yang mana ini tipikal aku banget yang nggak sabaran dan penginnya cepat sampai πŸ™

IT: “Yang harus kamu lakukan adalah membuat stepping stone (batu pijakan) supaya kamu sampai di seberang. Lebih baik kamu mulai dengan 20 orang yang enggage daripada kamu punya ribuan orang yang tidak enggage ..”

Ya ya! .. selanjutnya masuk ke sesi latihan presentasi, mesti in english! urutannya mesti bener, mengalir! warna-warnanya mesti eye-catching! penyampaian informasinya mesti diplomatis! πŸ™‚

IT: “besok kamu mesti masuk top-7!”
Aku: “siap!” B-)

Acara speed pitching berlangsung dengan seru, setiap startup hanya mendapatkan waktu 3 menit untuk presentasi maupun tanya jawab dengan para juri yang terdiri dari investor (dari perusahaan venture capital) dan pelaku bisnis. Malamnya diumumkan siapa aja yang masuk Top-7.. dan aku bukan salah satunya πŸ™

Besoknya pada saat break Demo Day, aku ketemu lagi dengan pak IT dan sempat ngobrol sedikit.

Aku: “Sorry pak, nggak masuk Top-7” πŸ˜€

IT: “Ah gak papa, pitching begini banyak kok, kamu bisa coba lagi dengan yang lainnya. Lagian kalo bisnis kamu bagus, kamu nggak butuh mereka!”

πŸ™‚ … Semangat!

April 2014 – Kartini Next Generation 2014

Aku suka banget posting-posting di group IWC mengenai kompetisi, dan waktu aku posting mengenai KNG ini aku sempat bilang kalau aku nggak akan ikut. Karena aku tahu benar bahwa kualifikasi yang dicari belum ada di aku saat ini. Yang dicari adalah perempuan di Indonesia yang telah berhasil memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di berbagai bidang baik untuk peningkatan kapasitas, pengetahuan, e-literasi maupun kesejahteraan di masyarakat. Ehmm.. kontribusiku ke masyarakat apa ya? .. Kayaknya belum ada :(.Β  Tapi lagi-lagi aku tergoda buat ikutan, buatku yang paling seru dengan mengikuti kompetisi adalah pelangalaman baru dan menambah teman baru. ok deh, isi-isi form, submit!

Eh tak dinyana, aku terpilih menjadi Finalis di kategori bisnis, Alhamdulillah! Mari berangkat ke Jakarta! (semua dibayarin panitia πŸ™‚ ). Amazing! ketemu dengan orang-orang yang umumnya adalah penggerak komunitas dan kontribusinya ke masyarakat benar-benar nyata, mereka langsung terjun ke masyarakat, menyampaikan idenya, mengajak mereka dan jalan! Hebat! .. aku boro-boro, ikut komunitas saja tidak, sekalinya ikut komunitas, komunitasnya bubar karena ada ketidaksepahaman antara pusat dan daerah yang pada akhirnya mereka memisahkan diri dan membentuk komunitas baru dengan susunan pengurus yang sama namun dengan nama berbeda. Namanya banyak kepala, banyak kepentingan, dinamika kelompok pasti selalu ada. Kalau aku memang tipikal yang nggak gaul, jadi dari dulu memang kurang suka bersosialisasi, uhhhh gimana mau jadi pengusaha! So, mari kita belajar dari teman-teman yang hebat ini …

Ketemu dengan teman-teman di KNG sangat menginspirasi, dan kebetulan banget aku butuh endorser-endorser terutama di komunitas perempuan. Bukan memanfaatkan, tapi bagaimana bisa bersinergi untuk saling memberikan manfaat yang positif, ide-ide langsung berlintasan di kepalaku.. Eh, balik lagi ke kompetisinya. Antara lugu dan nggak pinter, aku benar-benar nggak menyiapkan presentasi karena judulnya adalah undangan interview πŸ™ Walhasil, pas diminta presentasi selama 5 menit aku cukup kaget, tapi nggak pake panik, show must go on! Dan di hadapan 7 dewan juri, aku melakukan presentasi yang lebih mirip sama ngobrol-ngobrol santai dan buatku cukup menyenangkan karena berhasil membuat salah satu dewan juri (seorang ibu) yang tadinya skeptis dengan layananku dan di akhir wawancara beliau menyatakan “Saya ikut daftar!” .. Sepertinya kemampuan jualanku sudah lebih baik πŸ™‚

Minggu berikutnya, kita diundang kembali ke Jakarta untuk acara awarding. Acara di selenggarakan di Bidakara, cukup megah, namun sepertinya kurang persiapan, karena top-persons nya malah berhalangan hadir (Menkominfo dan Mentri KPPPA), dan tamu undangan kurang banyak, jadualnya berubah dari undangan yang sebelumnya, ditambah lagi acaranya dibarengkan dengan penganugerahan Srikandi Merah Putih yang sepertinya malah lebih grande. Tapi apapun itu terima kasih untuk panitia yang sudah bersusah payah menyelenggarakan acara ini, terutama yang sudah memberikan kesempatan aku untuk bertemu dengan teman-teman yang hebat. Singkat kata, tiba di acara awarding .. dan pemenang untuk kategori bisnis adalah Batik Fractal! Sejak awal aku dah yakin banget sih, melihat sepak terjangnya dari tahun 2008.

Sampai sekarang aku masih takjub melihat aktifitas teman-teman KNG. Secara karakter mereka benar-benar beda dengan karakterku, mudah-mudahan kita bisa bersinergi temans πŸ™‚

April 2014 – Indigo Incubator

Indigo Incubator adalah sebuah program inkubasi bagi startup yang diselenggarakan oleh PT. Telkom. Selain memberikan funding yang dikonversikan dalam bentuk ekuiti, program ini juga memberikan full-mentoring dan inkubasi selama 6 bulan. Sebagai pemegang wildcard, aku langsung masuk ke tahap interview, walaupun tetap mengikuti prosedur yang sama mulai dari submit form.

Sebenarnya aku cukup optimis bakal terpilih, Β tapi ternyata Allah menentukan lain .. Aku tidak terpilih! Demikian juga teman-teman dari Jogja yang sebelumnya juga mendapatkan wildcard. Kecewa ya pasti .. But Let’s move on, what doesn’t kill you, will make you stronger! Pasti ada hikmah di balik ini, dan percayalah bahwa ketentuan Allah adalah yang terbaik untuk hamba-Nya.

Okay, next-nya apa lagi ya? .. Ada deh! Kompetisi mulu kapan kerjanya? Eh jangan salah, buatku kompetisi adalah sarana promosi yang paling murah. Namun sebagai pebinis tentu saja yang paling penting adalah bagaimana bisnis kita bisa berjalan dengan baik dan meningkat. Doakan ya kawans!

Jangan lupa kunjungi www.fitinline.com!

It's only fair to share...Email this to someoneShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest