Tulisan ini seharusnya dibuat Nopember 2014, namun berhubung si penulis masih enggan menulis akhirnya baru tertulis sekarang 🙂

Kompetisi lagi! Tapi yang ini beda .. Acara ini bertajuk Business Connect, yang diselenggarakan oleh Direktorat Kerjasama dan Fasilitasi, Direktorat Jendral Ekonomi Kreatif berbasis Media, Desain dan IPTEK, Kementrian Parawisata dan Ekonomi Kreatif (uff Panjang ya!). Acara ini digelar sebelum terbentuknya Pemerintahan Baru, dimana masih terdapat Kemenparekraf (miss you!), tepatnya mulai 18 Agustus 2014 dan berlangsung selama 2 bulan dengan 4x pertemuan. Tidak semua biaya ditanggung oleh penyelenggara, dan bagi yang berasal dari luar Jakarta cukup menguras kantong, karena harus bolak-balik ke Jakarta. Tapi suwer! ini acara kementrian yang paling keren yang pernah aku ikuti 🙂 Bravo bu Lolly dan team! (miss you! *again*).

Poster Business Connect 2014

Poster Business Connect 2014

Acara Business Connect diawali dengan seleksi awal terhadap startup yang terdaftar hingga terpilihlah 30 startup. Waktu itu aku sempat intip juga daftar pendaftar, karena ternyata tidak terproteksi (kalo yang ngeh pasti tahu dimana link nya). Terdapat beberapa nama yang sudah cukup tenar di dunia startup dan ternyata mereka tidak diloloskan, dan memang berdasarkan penjelasan ibu Lolly sebagai ketua panitia, acara ini diperuntukan untuk startup pemula (udah startup .. pemula pula hehehe) dan untuk nama-nama yang sudah malang melintang di dunia startup sengaja dicoret dari daftar. Ibu Lolly memang bijaksana sekali :). Aku juga baru lihat, ada staf kementrian (yang notabene-nya pns, yang mana sering ada asosiasi kurang baik pada stereotipe ini), seorang ibu pula, yang sudah cukup berumur, yang begitu semangatnya menyelenggarakan acara ini, dengan dedikasi yang sangat tinggi (Ibu Lolly hampir selalu datang paling awal, mengecek semua keperluan, selalu standby). Salut buat bu Lolly! (miss you ibu! *again*) dan tentu saja tidak lepas dari dukungan seluruh jajarannya.

Business Connect 2014, Kemenparekraf

Business Connect 2014, Kemenparekraf

Fitinline termasuk salah satu dari 30 startup yang terpilih. Minggu pertama diisi dengan Base Camp for Strengthening Capability of Digipreneurs. Tiga hari pertama diisi dengan seminar, workshop dan team building mulai dari tema Character of Successful entrepreneur, Leadership, startup, finance, marketing, networking sampai HAKI .. hehe padat berisi! Pembicaranya juga tokoh-tokoh baik dari kementrian maupun dari para pelaku usaha yang sukses. Hari keempat diisi dengan presentasi dari para peserta, in english! setelah sebelumnya dibekali materi tentang kapan waktu yang tepat untuk bertemu dengan venture capital. Sedikit nerveous karena sebelumnya tidak latihan presentasi dalam bahasa Inggris, namun aku tertolong dengan materi presentasiku yang katanya sih wow! Hehe, aku memang sengaja menggunakan jasa profesional untuk membuat presentasi tersebut, sehingga tampilannya lebih profesional.

Mungkin jika disebut jasa profesional yang terbayang adalah mahal! Tapi ini tidak mahal sama sekali, rahasianya ? Fiverr! 🙂 Aku salah satu peggemar fiverr, terutama setelah menemukan si penyedia jasa profesional ini, namanya Prak, orang India. Awalnya aku cuma iseng kepepet, karena harus bikin materi presentasi yang tampilannya bagus dan aku nggak punya kemampuan untuk itu. Di fiverr, dimana semua seller menjual mulai dari $5 yang biasa disebut ‘gig’, menyediakan hampir semua jenis layanan produk elektronik, termasuk juga graphic design. Dan jika kita beruntung, kita bisa mendapatkan hasil produk yang super murah dengan kualitas yang tidak kalah dengan jasa profesional yang rata-rata berharga mahal. Di satu sisi, ‘gig economy’ ini sangat menolong untuk startup yang minim modal (seperti kami) tapi juga bisa merusak harga pasaran. Namun sepertinya semuanya sudah punya pasar sendiri-sendiri, buktinya masing-masing tetap bisa bertahan hidup dengan pasarnya masing-masing. Singkat kata, aku menemukan si Prak, yang baru saja menjual jasa pembuatan infografis, dan belum ada satupun buyer. Tapi feeling-ku mengatakan ini bakal bagus, jadi aku melakukan order waluapun tanpa ada referensi satupun mengenai kualitas si seller, aku pikir kalau hasilnya tidak sesuai tak papalah, $5. Di luar dugaan, hasilnya luar biasa bagus! Beyond my expectation! Pengerjaan maupun hasil pekerjaannya juga sangat profesional, delivery-nya tepat waktu, dan saat itu sangat cepat, hanya 1 hari! Tapi kalau sekarang nggak bisa secepat itu lah yau, tapi tetep he always keeps his promise! Thanks Prak!

Balik lagi ke Business Connect, hari berikutnya dilakukan pengumuman untuk 25 tim yang terpilih untuk maju ke putaran berikutnya dan Alhamdulillah Fitinline masuk menjadi salah satunya. Agenda putaran berikutnya adalah Pitching Preparation, dan acaranya diselenggarakan pada minggu berikutnya. Salah satu tujuan dari acara Business Connect ini adalah mempertemukan pelaku usaha pemula (startup) dengan para investor, venture capital baik lokal maupun global dan pihak-pihak lain yang terkait seperti Pemerintah, BUMN, Perbankan, Content Aggregator, Operator Telekomunikasi dan lain-lain. Untuk itu, setiap peserta dipersiapkan untuk dapat sebaik mungkin menyajikan materi maupun menyampaikannya. Dan di acara Pitching Preparation, kami mendapatkan pembekalan mengenai Elevator Pitching mapun How to Pitch. Acaranya sangat seru, karena tidak hanya diisi dengan materi tetapi juga praktek langsung. Misalnya pada sesi Elevator pitching kami dilatih untuk melakukan pitching dalam waktu yang sangat singkat dengan kondisi yang tidak mendukung, seperti misalnya di keramaian. Karena bisa jadi suatu saat kita akan bertemu dengan potential investor di tempat yang tak terduga dan kita hanya punya sedikit waktu untuk memperkenalkan bisnis kita. Sangat tidak mudah memang, tapi dari situ kita dilatih untuk selalu siap menyiapkan diri baik penampilan maupun knowledge tentang bisnis kita maupun apa yang bisa membuat orang tertarik dengan bisnis kita. Sesi berikutnya yang tidak kalah seru adalah sesi How to Pitch yang dipandu oleh Uda Wempy. Dari gaya bicara dan gesturnya  memang uda Wempy tidak diragukan lagi sebagai presenter yang handal. Dan kami dilatih untuk melakukan public speaking dengan cara yang benar, mulai dari sikap tubuh, making eye contact, project yourself dan bagaimana menonjolkan diri. Bisa jadi karena latar belakang budaya yang beda (Uda Wempy dibesarkan di luar negeri dengan pendidikan dan budaya ala barat), memang agak kurang lazim buat aku terutama untuk menonjol-nonjolkan prestasi, tapi menurut beliau ini bukan tentang menyombongkan diri tapi bagaimana cara supaya kita menonjol, hmm baiklah! Walaupun di akhir-akhirnya banyak diprotes oleh juri lainnya karena beberapa peserta yang lebih banyak membicarakan prestasinya daripada startup nya hehehe .. Poin berikutnya adalah kita ‘dipaksa’ untuk memberikan ‘why’ dengan menyentuh nilai-nilai yang universal. Move my heart then you move my wallet!! Begitu katanya, walaupun aku sudah beberapa kali mencoba menyusun alasan-alasan yang menurutku sudah menyentuh nilai-nilai yang universal, tetap saja “You don’t move my heart!” Uh! “Show me the money!!!” Aku sampai harus mengulang 4x kali meneriakkan kalimat ini, uh! .. Tapi overall, sesi ini sangat berkesan buat aku! 🙂

Di hari ketiga, kami melalukan pitching session, Thank Good! bisa pakai bahasa Indonesia! Mungkin karena banyak peserta yang gagap berbahasa Inggris (termasuk aku) sehingga apa yang disampaikan tidak jelas dan sesi pitching maupun tanya jawab malah tidak fokus ke bisnisnya. Selain dipilih 20 besar untuk maju ke local pitching, dipilih juga 15 besar yang akan diseleksi untuk maju ke global pitching. Karena aku pulang lebih awal aku hanya mendapatkan kabarnya melalui telepon. Dan Fitinline walaupun terpilih maju ke local pitching tapi *katanya* tidak termasuk dalam 15 besar. Menyedihkan!

Tidak seperti putaran sebelumnya, putaran di ketiga ini tidak ada ada pembekalan materi. Peserta langsung melakukan pitching di hadapan dewan juri dan para tamu undangan, dan pitching dilakukan dalam bahasa Indonesia. Dewan juri yang sebagian besar terdiri dari VC memberikan tanggapan positif ke Fitinline, tapi tetap “You don’t move my heart!” Memang sulit sekali menjelaskan Fitinline yang waktu itu konsepnya sangat niche ke perempuan kepada dewan juri yang semuanya laki-laki. Tapi aku jadi belajar bagaimana mengkomunikasikan sebuah ide, bagaimana membangun konteks dan bagaimana merelasikan ide ke nilai-nilai yang lebih universal. Dan secara mengejutkan Fitinline terpilih menjadi salah satu dari 5 startup terbaik yang akan maju ke global pitching! Wah.. wah antara senang dan sebal sebenarnya, karena informasi sebelumnya Fitinline tidak punya kesempatan untuk itu, tapi ternyata semua peserta yang lolos ke local pitching mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa maju ke global pitching. Ditambah lagi melalui salah satu media partner memberikan data yang salah mengenai startup yang terpilih, dan anehnya pihak redaksi media partner tersebut tidak melakukan ralat terhadap pemberitaan yang salah tersebut. Ditambah lagi aku sudah terlanjur membeli tiket untuk pulang dan aku tidak membawa baju ganti! hiks! Terpaksa tiket pulang tidak terpakai karena acara global pitching dilakukan pada hari Senin minggu berikutnya. Tapi tetap Alhamdulillah  .. berkesempatan untuk maju ke global pitching tepatnya di acara Seedstar World Competition Regional Jakarta.

Di putaran ketiga ini, selain melakukan pitching, para peserta juga berkesempatan untuk melakukan speedy dating. Seperti kencan kilat pada umumnya (halah sok tau hehe), Speedy dating juga bertujuan untuk melakukan komunikasi secara ‘intim’ dalam waktu yang terbatas yang bertujuan untuk memberikan kesan yang mendalam :). Acara ini memberikan kesempatan untuk peserta memilih pihak yang potensial menjadi calon investor dan sebaliknya para investor berkesempatan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai startup yang potensial untuk didanai ataupun diajak bekerja sama. Dan Fitinline ternyata cukup menarik, karena ada beberapa investor mengundangku untuk speedy dating. Aku bertemu dengan M-Star tertarik dengan Fitinline karena pernah mempunyai story yang sama dengan Fitinline dan mungkin mereka berharap mendapatkan solusi dari permasalahan bisnis mereka yang sebelumnya yaitu di produksi (unfortunately, Fitinline juga mengalami permasalahan yang sama di produksi). Tapi kami banyak berbincang dan berdiskusi, dan mendapatkan insight bahwa ada model bisnis yang lumayan menjanjikan dan itu bisa berjalan asal ditopang dengan ‘backend’ yang bagus. Kami bisa punya partner yang kuat untuk mendapatkan “traction” yang perlu dibenahi adalah ‘backend’ atau support-nya. Terbayang indah! Tapi pelaksanaannya bagiku sulit, karena aku tidak punya resource yang cukup untuk bisa mengeksekusi itu dengan baik. Tapi tak mengapa, yang penting sudah terbangun jalur komunikasi yang baik sehingga suatu saat mungkin bisa membantuku untuk mewujudkannya. Mereka juga memposisikan diri mereka sebagai angle investor dan mereka hanya berpesan “Yang kamu butuhkan adalah orang-orang yang mengerti mimpi kami, dan mau bersama-sama mewujudkan mimpi kamu!” Yeahh, you are right! Aku juga bertemu Ideosource, mereka tertarik dengan eksekusi Fitinline yang katanya bagus *tersanjung* dan dengan mereka sampai sekarang masih berlanjut prosesnya, dan yang paling penting adalah “Kamu harus bisa menjelaskan kenapa bisnis ini sangat bagus!”. Dan banyak hal lainnya yang aku temui selama acara Business Connect, tidak hanya menambah wawasan, juga jaringan pertemanan dan bisnis. Thank Kemenparekraf!

Rangkaian acara berikutnya adalah Global Pitching. Lima startup terpilih diikutkan dalam Seedstar World Competition Regional Jakarta. Acara ini merupakan kompetisi startup kelas dunia yang seleksinya dilakukan per region. Selain 5 startup dari Kemenparekraf, peserta lain diseleksi melalui jalur yang lain, sehingga total terdapat 20 peserta. Dari daftar peserta, terdapat nama-nama yang sudah tidak asing lagi, yang sudah wara wiri di beberapa kompetisi startup, beberapa pernah aku temui di acara GIST (Global Innovation Through Science and Technology). Deg-degan juga karena pada pitching kali ini harus menggunakan bahasa Inggris, ya iya la yah, mosok pitching tingkat dunia pake bahasa Indonesia, wong jurinya aja sebagian dari luar negeri. “Berbicaralah dari hati … Maka yang kamu sampaikan akan sampai ke hati audience” .. Walaupun sudah menyiapkan script dan berlatih, tapi hasilnya masih belum oke, bahasa masih menjadi kendala bagiku. ssingkat cerita pemenangnya sudah bisa ditebak, walaupun menurutku dalam hal penyampaian maupun materi masih kurang oke (hehehe kayak lebih oke aja).

Seedstar World Competition Regional Jakarta 2014

Seedstar World Competition Regional Jakarta 2014

Aku sadar betul bahwa tanpa pembenahan di bahasa, mungkin aku tidak akan bisa melangkah lebih jauh, ini harus segera dibenahi. Niat sudah ada, tinggal laksanakan! Bertahun-tahun belajar bahasa Inggris sepertinya tidak membuatku lebih pintar (*sigh*), walaupun saat ini aku sudah tidak merasa cangguh untuk berbicara. Acara selanjutnya yang ditunggu-tunggu adalah Startup Asia, namun sangat disayangkan bahwa karena perubahan di Kemenparekraf yang kemudian ‘dilikuidasi’ hanya menjadi Kemenpar membuat beberapa hal yang sudah direncanakan tidak dapat terlaksana, termasuk keikutsertaan kami di acara Startup Asia. Kami dari para pelaku startup tentu sedikit kecewa apalagi Badan Ekonomi Kreatif yang dijanjikan oleh pemerintahan baru belum jelas arahnya, dan dari pembicaraan orang dalam memang bentuknya belum jelas, baru ada namanya 🙂 Karena dari si pengusul sendiri ternyata tidak punya konsep yang jelas mengenai Badan Ekonomi Kreatif, dan sebagian hal-hal yang diusulkan ada di Badan tersebut ternyata sudah diakomodasi oleh beberapa kementrian. Apapun itu, sebenarnya bagiku, ada atau pun tidak ada support dari pemerintah, bisnis harus bisa berdiri di kaki sendiri! Startup adalah bisnis yang sebenarnya bukan hanya bisnis ide semata :).

It's only fair to share...Email this to someoneShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest