Pelan-pelan kita terus berbenah, walaupun soal online marketing belum mulai tergarap dengan serius. Banyak juga yang kasih saran untuk melengkapi line produknya terlebihย  dahulu supaya ketika orang berkunjung bisa menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhannya .. Jadilah sekarang kita lagi sibuk menggarap line produk baru (mudah-mudahan minggu ini bisa rampung) .. sambil mengerjakan order yang mulai masuk, Alhamdulillah.

Minggu ini kita release 2 fitur baru di fitinline.com. Yang pertama daftar fitinliners (sebenarnya sudah dari minggu lalu). Lucu juga sih, website yang berbasis “komunitas” tapi kurang banyak fitur yang menandakan sebuah “komunitas”. “Komunitas” disini lebih mengacu ke sistem membership yang ada di fitinline. Walaupun pertambahannya perlahan, tapi aku yakin makin lama akan makin berkembang dengan makin tersosialisasinya fitinline.com. Beberapa teman di luar negeri juga menanyakan data yang tidak lengkap untuk lokasi dan ketersediaan dua bahasa (Inggris dan Indonesia). Saat ini fitinline memang baru tersedia dalam 1 bahasa (Indonesia) dan data lokasi juga hanya mencakup Indonesia. Ke depan kita akan buatkan dua bahasa dan data lokasi dan kurir yang lebih lengkap.

Fitur yang kedua, mudah-mudahan menjawab pertanyaan yang paling sering muncul, yaitu soal harga. Selain memindahkan informasi harga ke halaman katalog, kita juga memindahkan direktori batik ke halaman katalog. Pengunjung bisa dengan mudah mendapatkan informasi harga dan melihat koleksi batik fitinline. Oya, kita juga menambahkan koleksi batik Kebumen lho! Mungkin banyak orang yang belum mengenal batik Kebumen, padahal jika dilihat dari segi motif dan penggarapannya motif batik Kebumen lebih “dinamis” (menurutku loh ya). Ada juga yang usul untuk melengkapi artikel mengenai batik sehingga orang jadi tahu batik apa yang dipakai dan filosofi atau makna motifnya.

Mengenai batik kebumen, kemarin sembari pulang kampung, aku mengunjungi beberapa pengrajin batik Kebumen yang tersebar di daerah Tanuraksan dan Jemur, di dekat aliran sungai Lukulo. Untuk batik tulis dan kombinasi, dibanding dengan batik Kulon Progo dan Bantul, batik Kebumen lebih halus penggarapannya, motifnya lebih variatif dan menggunakan material kain yang lebih halus. Jadi pantas saja kalau harganya lebih mahal :). Selain itu aku juga mendapati beberapa batik kontemporer yang merupakan pesanan khusus dengan warna-warna dan desain motif yang keluar dari pakem batik klasik Kebumen/Yogyakarta, seperti warna kuning terang dan hijau terang. Bagus banget! sayang nggak boleh dibeli ๐Ÿ™‚ Suatu saat nanti pengin juga bikin warna dan motif sendiri untuk batik Fitinline.

Oya, untuk kain kombinasi, yang sebelumnya kita menggunakan bahan poliester kita ganti menggunakan kain tenun. Dari beberapa percobaan, padu padan kain tenun dan katun jatuhnya lebih “mengalir” dibanding poliester dan katun. Maklum, poliester kan serat sintetis, jadi sepertinya kurang masuk jika dipadankan dengan katun yang merupakan serat alami. Jadilah sekarang aku juga berburu kain tenun, bagiku menyenangkan sekali jika semua material bisa berasal dari pengrajin (lokal/tradisional). Di Yogyakarta, pengrajin kain tenun banyak tersebar di daerah Moyudan (Sleman) dan Bantul, kebanyakan produksi tenun lurik. Sedangkan kain tenun yang kugunakan kebanyakan kain tenun polos/motif hujan gerimis.

Ok deh, selamat menikmati layanan fitinline.com … Semoga memberikan inspirasi untuk lebih mencintai produk dalam negeri ๐Ÿ™‚

 

It's only fair to share...Email this to someoneShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest